Kamis, 25 Juni 2020

Daftar Anggota Alumni SMU MTA Tahun 1998

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Inilah beberapa nama yang telah tergabung dalam group SMU MTA ALUMNI Tahun 1998 sebagai berikut :

   1 Nama Lengkap AHMAD KARIM
Nama Panggilan AHMAD / KARIM
Status Perkawinan Menikah
Nama Istri/Suami
Kelas 3 IPA 1
Alamat Saat SMU Salam Saren RT 05/II Kalijambe Sragen
Alamat Sekarang Jl. Diponegoro No 1 Ahusen RT 003/02 Sirimau, Ambon
Pekerjaan Sekarang Wiraswasta
Aktif Ngaji di Cabang
No. HP. 081354860631 / 082199996789 / 085796511977
Email gilangkren@gmail.com / dul_kempuls@yahoo.com

   2 Nama Lengkap FITRIYAH AL QODAR
Nama Panggilan FITRI
Status Perkawinan Menikah
Nama Istri/Suami Cholid Alqodar
Kelas 3 IPA 1
Alamat Saat SMU Jetak RT 01 RW 01 Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar
Alamat Sekarang Distrikan RT 03C, Gemolong, Sragen
Pekerjaan Sekarang Ibu Rumah Tangga / Online Shop
Aktif Ngaji di Cabang Gemolong
No. HP 08562817214 / 0271 - 2146744
Email go_pheat@yahoo.co.id

   3 Nama Lengkap YUSMANTO
Nama Panggilan YUS
Status Perkawinan Menikah
Nama Istri/Suami Etik Wahyu Setyowati
Kelas 3 IPA 2
Alamat Saat SMU Bejing RT 17/05 Pengkok, Kedawung Sragen
Alamat Sekarang Ngadirejo RT 30/13 Kroyo, Karangmalang, Sragen
Pekerjaan Sekarang Pelaksana DPU Kabupaten Sragen
Aktif Ngaji di Cabang Pengkok
No. HP 081329099603
Email mustyoes@gmail.com


   4 Nama Lengkap SITI AMINAH YUNIANTO
Nama Panggilan YENI
Status Perkawinan Menikah
Nama Istri/Suami Hartono
Kelas 3 IPS 3
Alamat Saat SMU Sentono, Ngawonggo, Ceper, Klaten
Alamat Sekarang Perum BSA 3 Kav.21 Serut, Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta
Pekerjaan Sekarang Ibu Rumah Tangga
Aktif Ngaji di Cabang Belum Aktif
No. HP -
Email bundajenny@yahoo.co.id

  5 Nama Lengkap RISIA IKA NURYAWATI,SS
Nama Panggilan RISIA
Status Perkawinan Menikah
Nama Istri/Suami -
Kelas 3 Ips 4
Alamat Saat SMU Bejen RT 03 RW XI Bejen, Karanganyar 57716
Alamat Sekarang Bejen RT 03 RW XI Bejen, Karanganyar 57716
Pekerjaan Sekarang PNS
Aktif Ngaji di Cabang -
No. HP 081225893899
Email risia_ikanur@yahoo.com

   6 Nama Lengkap ANIEK PUJI RAHAYU
Nama Panggilan ANIK / AN
Status Perkawinan Menikah
Nama Istri/Suami Surono
Kelas 3 IPS 2
Alamat Saat SMU Geneng, Gatak, Sukoharjo
Alamat Sekarang Waringinrejo Gang Garuda No. 19, Cemani, Sukoharjo
Pekerjaan Sekarang Guru
Aktif Ngaji di Cabang Gelombang 12
No. HP 082136603133
Email anikpujirahayu@yahoo.co.id

   7 Nama Lengkap MUFIDAH
Nama Panggilan MUFIDAH
Status Perkawinan Menikah
Nama Istri/Suami Muh. Asrori
Kelas 3 IPS 2
Alamat Saat SMU Sentono, Ngawonggo, Ceper, Klaten
Alamat Sekarang Seso RT 01 RW. 02 Jepon, Blora
Pekerjaan Sekarang Guru
Aktif Ngaji di Cabang Blora Kota
No. HP 085325061216 / 085727344125
Email -

   8 Nama Lengkap SHOLAHUDDIN RHATOMY
Nama Panggilan TOMY
Status Perkawinan Menikah
Nama Istri/Suami Inana Rhatomy
Kelas 3 IPA 1
Alamat Saat SMU Semanggi RT 01 RW 18 Pasar Kliwon, Solo
Alamat Sekarang -
Pekerjaan Sekarang Dokter
Aktif Ngaji di Cabang Yogyakarta
No. HP 081808720707
Email gustom_slo@yahoo.co.uk

   9 Nama Lengkap NANIK ERNAWATI
Nama Panggilan NANIK
Status Perkawinan Menikah
Nama Istri/Suami Gunawan
Kelas 3 IPS
Alamat Saat SMU Pengkol, Tanon, Sragen
Alamat Sekarang Jl. Sukarno-Hatta No. 56. Kendal
Pekerjaan Sekarang Notaris - PPAT
Aktif Ngaji di Cabang Semarang Barat
No. HP 081325700200
Email nanik_sh_mkn@yahoo.com

   10 Nama Lengkap ABDUL HARIS SYARIFUDIN
Nama Panggilan HARIS
Status Perkawinan Menikah
Nama Istri/Suami Ratu Ayu Febriani
Kelas 3 IPA1
Alamat Saat SMU Jl. Kauman RT 2/1, Gemolong, Sragen
Alamat Sekarang Jl. Trisula  No 1B RT 11 /1 Komplek TNI AL Dewa Kembar Cilincing Jakarta Utara
Pekerjaan Sekarang TNI AL
Aktif Ngaji di Cabang -
No. HP 085216485582, 021-71482507
Email harissttal30@gmail.com

   11 Nama Lengkap NGADIYA
Nama Panggilan ADI
Status Perkawinan Menikah
Nama Istri/Suami Arsia
Kelas 3 IPS 2
Alamat Saat SMU Ngasinan, Bulu, Sukoharjo (Kos di Kemlayan)
Alamat Sekarang Perum Taman Alamanda Blok A7/23, TMBN, Bekasi
Pekerjaan Sekarang Karyawan Plaza Bekasi
Aktif Ngaji di Cabang -
No. HP 081585381533
Email ngadiya_1977@yahoo.com

   12 Nama Lengkap AGUS FITRIYANTO
Nama Panggilan AGUS
Status Perkawinan Menikah
Nama Istri/Suami Apriliana Fitri W
Kelas 1-2, 2-3, 3 IPA 2
Alamat Saat SMU Kemlayan
Alamat Sekarang Puroasri 2 Blok H-5, Puro, Karangmalang, Sragen
Pekerjaan Sekarang PNS
Aktif Ngaji di Cabang Karangmalang 3
No. HP 081329034400
Email afitriyanto80@yahoo.co.id


Nama-Nama di atas adalah teman teman yang pada tahun 1995 - 1998 bersekolah di SMU MTA SURAKARTA..

Bagi yang belum terdaftar segera isi formulir data anggota yang dapat di download di sini

Terima Kasih..Wassalamu'alaikum..
Readmore »

Selasa, 06 September 2011

Filosofi Semar

Dikalangan spiritual Jawa ,Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis, tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an, 
yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi, persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual. Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa.

Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya
• Bebadra = Membangun sarana dari dasar
• Naya = Nayaka = Utusan mangrasul

Artinya : Mengemban sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia

Javanologi : Semar = Haseming samar-samar
Harafiah : Sang Penuntun Makna Kehidupan

Semar tidak lelaki dan bukan perempuan, tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. Maknanya : "Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tunggal". Sedang tangan kirinya bermakna "berserah total dan mutlak serta sekaligus simbol keilmuan yang netral namun simpatik".

Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang) dempel = keteguhan jiwa.

Rambut semar "kuncung" (jarwadasa/pribahasa jawa kuno) maknanya hendak
mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan. Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih, untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi.

Semar barjalan menghadap keatas maknanya : "dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ), yang maha pengasih serta penyayang umat".

Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia), agar memayuhayuning bawono : menegakan keadilan dan kebenaran di bumi.
Ciri sosok semar adalah
• Semar berkuncung seperti kanak kanak,namun juga berwajah sangat tua
• Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan
• Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa
• Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok
• Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya

Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar, jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu, Budha dan Islam di tanah Jawa.
Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas, dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa .

Semar (pralambang ngelmu gaib) - kasampurnaning pati.

Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika
artinya "merdekanya jiwa dan sukma", maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian, agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa (ora kebanda ing kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : "dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup".
Readmore »

Rabu, 17 Agustus 2011

Scorpion - Still Loving You


Time, it needs time
To win back your love again.
I will be there, I will be there.
Love, only love
Can bring back your love someday.
I will be there, I will be there.
Fight, babe, I’ll fight
To win back your love again.
I will be there, I will be there.
Love, only love
Can break down the walls someday.
I will be there, I will be there.
If we’d go again
All the way from the start,
I would try to change
The things that killed our love.
Your pride has build a wall, so strong
That I can’t get through.
Is there really no chance
To start once again?
I’m loving you.
Try, baby try
To trust in my love again.
I will be there, I will be there.
Love, your love
Just shouldn’t be thrown away.
I will be there, I will be there.
If we’d go again
All the way from the start,
I would try to change
The things that killed our love.
Your pride has build a wall, so strong
That I can’t get through.
Is there really no chance
To start once again?
If we’d go again
All the way from the start,
I would try to change
The things that killed our love.
Yes I’ve hurt your pride, and I know
What you’ve been through.
You should give me a chance
This can’t be the end.
I’m still loving you.
I’m still loving you,
I need your love.
I’m still loving you.
Still loving you, baby…

Readmore »

Senin, 15 Agustus 2011

MLTR - Breaking My Heart

I'm on the floor
counting one minute more
Noone to break the silence

Staring into the night
all alone but that's alright
It's the feeling deep inside I don't like

Chorus:
There is no excuse my friend
for breaking my heart
breaking my heart again
This is where our journey ends
Your breaking my heart again

Here in my bed
counting the words you've said
They linger in the shadows

Coming home late at night
drunk again but that's alright
It's the look in your eyes I don't like

Chorus:
There is no excuse my friend
for breaking my heart
breaking my heart again.
Readmore »

Sabtu, 06 Agustus 2011

How Could This Happen To Me - Simple Plan

I open my eyes
I try to see but I’m blinded by the white light.
I can’t remember how
I can’t remember why
I’m lying here tonight
And I can’t STAND the pain
And I can’t make it go away
No I can’t STAND the pain

*CHORUS*
How could this happen to me
I’ve made my mistakes
got nowhere to run
The night goes on as I’m fading away
I’m sick of this life
I just wanna scream
How could this happen to me

Everybody’s screaming
I try to make a sound but no one hears me
I’m slipping off the edge
I’m hanging by a thread
I wanna start this over again
So I try to hold
On to a time when
Nothing mattered
And I can’t explain
What happened and I can’t erase the things that I’ve done
No I can’t

*CHORUS*
How could this happen to me
I’ve made my mistakes
got nowhere to run
The night goes on as I’m fading away
I’m sick of this life
I just wanna scream
How could this happen to me

I’ve made my mistakes
got nowhere to run
The night goes on as I’m fading away
I’m sick of this life
I just wanna scream
How could this happen to me


BAGAIMANA MUNGKIN INI TERJADI PADAKU


Saya membuka mata saya
Saya mencoba untuk melihat tapi aku dibutakan oleh cahaya putih.
Saya tidak ingat bagaimana
Aku tidak ingat mengapa
Aku berbaring di sini malam ini
Dan aku tidak bisa menahan rasa sakit
Dan aku tidak bisa membuatnya pergi
Tidak, aku tidak bisa menahan rasa sakit

* CHORUS *
Bagaimana mungkin ini terjadi padaku
Saya telah membuat kesalahan saya
punya tempat untuk menjalankan
Malam berjalan pada saat aku sedang memudar
Aku muak hidup ini
Aku hanya ingin berteriak
Bagaimana mungkin ini terjadi padaku

Semua orang berteriak
Saya mencoba untuk membuat suara tapi tidak ada yang mendengar saya
Aku tergelincir dari tepi
Aku tergantung pada seutas benang
Saya ingin memulai ini lagi
Jadi saya mencoba untuk menahan
Pada saat
Tidak ada yang penting
Dan aku tidak bisa menjelaskan
Apa yang terjadi dan saya tidak bisa menghapus hal-hal yang saya lakukan
Tidak, aku tidak bisa

* CHORUS *
Bagaimana mungkin ini terjadi padaku
Saya telah membuat kesalahan saya
punya tempat untuk menjalankan
Malam berjalan pada saat aku sedang memudar
Aku muak hidup ini
Aku hanya ingin berteriak
Bagaimana mungkin ini terjadi padaku

Saya telah membuat kesalahan saya
punya tempat untuk menjalankan
Malam berjalan pada saat aku sedang memudar
Aku muak hidup ini
Aku hanya ingin berteriak
Bagaimana mungkin ini terjadi padaku
Readmore »

Bersiap Menjadikan Ramadhan Terbaik

Pertengahan Sya’ban sudah berlalu. Ramadhan 1432 H sudah berjalan beberapa hari. Waktu terus berjalan, tanpa pernah berhenti. Hari yang berganti hari, bulan yang berganti bulan, dan tahun yang berganti tahun, dalam semua perputaran waktu itu Allah SWT senantiasa memberikan kenikmatan kepada kita.
Setelah kenikmatan terbesar berupa iman, maka kenikmatan-kenikmatan lainnya dianugerahkan kepada kita tanpa bisa kita hitung jumlahnya, bahkan seringkali tidak kita sadari kehadirannya. Yakni nikmat waktu, kesempatan yang diberikan Allah kepada manusia. Maka, bersyukurlah atas nikmat Allah yang tiada tara ini.
Diantara kenikmatan itu adalah sampainya usia kita di bulan Ramadhan ini. Pertanyaannya adalah, sudahkah kita siap dalam menyambutnya? Atau jangan-jangan kita malah berkesah diri karena memasuki bulan dengan beban berat. Atau bahkan tidak peduli, karena sedang tenggelam dengan aneka kesibukan duniawi?? Ataukah memang sedang  berencana dan menyambutnya?
Jika para sahabat telah mempersiapkan diri dua bulan sebelum Ramadhan tiba bagaimana dengan kita?, sebagaimana doa:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ

Ya Allah, berkahilan kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta berkahilah kami di bulan Ramadhan (HR. Ahmad)
Sobat, Allah dalam Al Qur’an memberikan arahan kepada kita sebagai hamba untuk selalu mempersiapkan diri untuk esok hari sebagaimana yang tercantum di dalam surat Al- Hasyr ayat 18 yang berbunyi:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Maka sebelum bulan Ramadhan marilah kita siapkan diri sehingga bisa memanfaatkan waktu tersebut dengan maksimal dan menjadi pribadi Taqwa sesuai tujuan Shaum.
Pertama, adalah Ruhiyah. Persiapan ruhiyah yang kita perlukan adalah dengan cara membersihkan hati dari penyakit aqidah sehingga melahirkan niat yang ikhlas. Pengokohan aqidah adalah pondasi utama dalam persiapan ruhiyah ini. Tanpa aqidah yang benar, bisa jadi seseorang justru terjatuh dalam syirik. Dan kesyirikan selamanya takkan berbuah keikhlasan. Aqidah yang benar adalah kuncinya. Karenanya surat di dalam Al-Qur’an yang kesemuanya membahas aqidah dinamakan surat Al-Ikhlas.
Membersihkan hati atau tazkiyatun nafs juga hal yang urgen dilakukan dalam menyambut tamu Allah yang istimewa ini. Allah SWT menegaskan pentingnya membersihkan hati (tazkiyatun nafs) dalam firman-Nya:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya (QS. Asy-Syams : 9)
Maka lakukan evaluasi diri (muhasabah) apakah penyakit aqidah masih menjangkiti diri kita. Selanjutnya kita bermujahadah untuk menghilangkan penyakit-penyakit itu.  Saat-saat keikhlasan bersenyawa dalam diri kita sepanjang Ramadhan merupakan saat-saat terbaik yang akan menjamin kita memperoleh ampunan Allah SWT.

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘Alaih)
Dan mustinya menyambut Ramadhan dengan berbagai kesyirikan (maaf: terkadang dengan dalih budaya) harus ditinggalkan. Berani katakan TIDAK untuk kegiatan-kegiatan menyambut Ramadhan yang tidak syar’i.
Kedua adalah Fikriyah. Kunci amal adalah Ilmu. Dan Ngaji adalah sarana beramal mencari ilmu. Sebelum Ramadhan tiba, kita harus membekali diri dengan ilmu agama terutama yang terkait secara langsung dengan amaliyah di bulan Ramadhan. Tentang kewajiban puasa, keutamaan puasa, hikmah puasa, syarat dan rukun puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, serta sunnah-sunnah puasa. Juga tarawih, I’tikaf, zakat, dan sebagainya.
Berlalu masa setahun, seringkali diri ini lupa akan materi-materi seputar Ramadhan, dan sebagai orang beriman wajib untuk “tidak bosan” mengulangi pelajaran-pelajaran seputar bulan puasa. Karena pada dasarnya itu malah menguatkan keimanan bagi orang yang berhati bersih.
Inilah rahasia mengapa Imam Bukhari membuat bab khusus dalam Shahih-nya dengan judul Al-Ilmu Qabla Al-Qaul wa Al-Amal (Ilmu sebelum Ucapan dan Amal). Tanpa ilmu bagaimana kita bisa beramal selama bulan Ramadhan dengan benar?  Pemahaman ilmu syar’i ini juga merupakan tanda kebaikan yang dikehendaki Allah terhadap seseorang. Karenanya Rasulullah SAW bersabda :

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

Barangsiapa yang dikehendaki Allah akan kebaikan maka ia difahamkan tentang (ilmu) agama (Muttafaq ‘Alaih)
Ketiga adalah jasadiyah. Ramadhan membutuhkan persiapan fisik yang sehat. Tanpa persiapan memadai kita bisa terkaget-kaget bahkan ibadah kita tidak bisa berjalan normal. Ini karena Ramadhan menciptakan siklus keseharian yang berbeda dari bulan-bulan sebelumnya.
Kita diharapkan tetap PRODUKTIF dengan kegiatan kita masing-masing meskipun dalam kondisi berpuasa. Dan jauh dari sifat kemalasan, apalagi dengan mengkambing hitamkan puasa. Kita juga akan melakukan ibadah dalam porsi yang lebih lama dari sebelumnya. Shalat tarawih, misalnya. Karenanya kita perlu mempersiapkan jasadiyah kita dengan berolah raga secara teratur, menjaga kesehatan badan, dan kebersihan lingkungan. Di sini, logika akal bertemu dengan keutamaan syar’i dalam hadits nabi:

المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)
Bagi yang ditakdirkan sakit ketika bulan Ramadhan tidak perlu kecil hati, tetap berusaha dengan maksimal. Allah selalu melihat PROSES hamba-Nya yang sedang mengoptimalkan diri dalam menjalankan perintah-Nya.
Terakhir adalah persiapan maliyah. Persiapan maliyah yang diperlukan dalam menyambut bulan Ramdhan BUKANLAH untuk membeli baju baru, menyediakan kue-kue lezat untuk Idul Fitri, sibuk mencari bekal oleh-oleh mudik dan lain-lain. Kita justru memerlukan sejumlah dana untuk memperbanyak infaq, memberi ifthar (buka puasa) orang lain dan membantu orang yang membutuhkan. Tentu saja ini berlaku bagi yang mampu.
Rasulullah SAW mencontohkan bahwa beliau yang begitu dermawan di hari-hari biasa, dan bertambah SANGAT dermawan di bulan Ramadhan mengalahkan angin yang berhembus.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Rasulullah SAW adalah orang yang paling murah hati, lebih-lebih ketika bertemu Jibril di bulan Ramadhan. Beliau bertemu Jibril pada pada setiap malam bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur’an. Maka sifat murah hati Rasulullah melebihi hembusan angin (HR. Bukhari)
Kedermawanan Rasulullah SAW bertambah hebat ketika bulan Ramadhan. Ini mengajarkan kepada umat beliau bahwa Ramadhan sebagai bulan dimana kita harus back on the right track. Melipatgandakan kebaikan yang biasa dilakukan, menguatkan diri dalam perjuangan dakwah, bertobat dari kesalahan dan menggantinya dengan kebaikan-kebaikan. Mari kita mulai dari diri ini, keluarga dan sekitar. insyaAllah cita-cita meraih Taqwa bisa dicapai.
Bisa jadi kita tidak akan pernah bertemu lagi dengan Ramadhan, karena usia yang rahasia. Lakukan yang terbaik! Saat ini juga.

Sumber : http://www.mta-online.com
Readmore »

Selasa, 28 Juni 2011

Jalan Keselamatan

Ibnu Baththah menerangkan sebab bersatunya kalimat salaf : “Terus-menerus generasi pertama umat ini diatas (jalan) ini semua, (yakni) di atas persatuan hati dan kecocokan madzhab. Kitabullah (Al-Qur’an) sebagai penjaga mereka, sunnahnya Rasulullah sebagai imam mereka. Mereka tidak menggunakan pendapat-pendapat mereka dan tidak tergiur dengan hawa nafsu mereka. Maka terus-menerus manusia dalam keadaan demikian, hati-hati mereka terjaga dengan penjagaan Tuhan mereka, dan jiwa-jiwa mereka tertahan dari hawa nafsu dengan pertolongan Tuhannya.” (lihat Kitab Al-Ibanah 1/237).
Ketahuilah, semoga Allah merahmati kita, bahwanya jalan yang menjamin bagi kita untuk mendapatkan kenikmatan Islam itu hanya satu dan tidak banyak, karena Allah menetapkan kebahagian hanya bagi satu golongan saja. Allah Ta’ala berfirman : “Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.” (QS. Al- Mujadilah 22).

Dan Allah juga menetapkan kemenangan itu hanya bagi satu golongan, Allah menyatakan : “Dan barang siapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai walinya, maka sesungguhnya golongan Allah itulah yang pasti menang.” (QS. Al-Maidah 56).

Dan kapanpun kita cari dalam Al-Qur’an serta dalam Al-Hadits, tidak akan kita jumpai memecah belah umat kepada jama’ah-jama’ah dan kelompok-kelompok kecuali pasti di cela (oleh Al-Qur’an dan Al-Hadits tersebut,ed.).

Allah Ta’ala berfirman : “Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah–belah agama mereka, dan mereka menjadi beberapa golongan, tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS. Ar-Ruum 31-32).

Dan bagaimana Allah Azza Wa Jalla akan meridhoi umat-Nya untuk berpecah belah setelah Allah menjaganya dangan tali-Nya, dan Allah juga yang melepaskan nabi-Nya dari hal tersebut, dan mengingatkannya (dari bahaya perpecahan tersebut, ed.). Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka berkelompok- kelompok, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah pada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. “(QS. Al-An’am : 159).

Muawwiyah bin Abi Sufyan berkata : Bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berdiri di antara kami lalu menyatakan : “Sesungguhnya ahlul kitab sebelum kalian berpecah (menjadi) dua belas millah (golongan), dan umat ini akan berpecah (menjadi) tiga belas, dua belas di neraka dan satu di surga, yaitu Al-Jama’ah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud).

Berkata Al-‘Amir Ash-Shan’ani rahmatullah : “Penyebutan jumlah pada hadits ini bukanlah untuk menerangkan tentang banyaknya orang-orang yang binasa, hanya saja hal itu menerangkan tentang luasnya jalan-jalan kesesatan dan cabang-cabangnya, serta (menerangkan bahwa) jalan kebenaran itu hanya ada satu. Dan serupa dengan itu adalah apa yang di sebutkan oleh para ulama tafsir dalam firman Allah : “Dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan(yang lain), karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya.” (QS. Al-An’am: 153).

Dan bahwasanya (Allah) menjamak (menggunakan lafadz As-Subul sebagai bentuk jamak / jumlah bilangan yang banyak, ed.) terhadap jalan –jalan yang di larang untuk mengikutinya, faedahnya adalah untuk menerangkan bercabangnya jalan-jalan kesesatan, banyak dan luasnya. Sedangkan Allah menunggalkan (menggunakan lafadz tunggal, ed.) terhadap jalan petunjuk dan kebenaran untuk (menerangkan) bahwa jalan kebenaran itu hanya satu dan tidak berbilang ( yakni tidak banyak dan bercabang-cabang jumlahnya, ed.).”

Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata : “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menggariskan satu garis (di atas tanah) pada kami lalu kami menyatakan : “Ini adalah jalan Allah “, kemudian beliau menggariskan beberapa garis di sebelah kanan dan kirinya, lalu menyatakan : “Ini adalah jalan-jalan ( As-Subul, maknanya beberapa jalan yang banyak, ed.) dan di atas setiap jalan ini ada setan yang mengajak kepadanya”. Lalu beliau membaca (Firman Allah) : “Dan ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), Karena jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya.” (QS. Al-An’am : 153).

Hadits dia atas menunjukkan dengan tegas bahwa jalan kebenaran itu hanya satu. Al-Iman Ibnu Qayyim berkata : “…….Karena jalan yang menyampaikan kepada Allah itu hanya satu, apa-apa yang diutus dengannya para Rasul-Nya, serta di turunkan dengannya kitab-kitab-Nya, tidak seorangpun yang sampai kepada Allah kecuali dengan satu jalan ini, Seandainya manusia itu mendatangi setiap jalan dan minta di bukakan pada setiap pintu, maka jalan-jalan mereka di halangi, serta pintu-pintu itu tertutup, kecuali dari satu jalan ini, maka sesungguhnya jalan itulah yang menyampaikan kepada Allah”.

Dari ucapan Ibnu Qayyim di atas jelas bagi kita bahwa yang di maksud dengan jalan itu adalah rukun kedua dari rukun-rukun tauhid setelah syaadat Laa Ilaaha illallah yaitu syahadat wa asyahadu anna Muhammad rasulullah, dan hal itu juga termasuk rukun kedua dari syarat-syarat di terimanya amalan, karena amalan itu tidak akan di terima kecuali dengan dua syarat, yaitu ikhlas dan mengikuti contoh dari Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam.

Setelah jelas bagi kita bahwa jalan kebenaran itu hanya satu, maka tidak boleh bagi kita untuk menyatakan atau beranggapan bahwa jalan menuju Allah itu banyak sekali sejumlah nafas-nafas manusia, atau pertanyaan-pertanyaan yang lain yang sudah diketahui secara jelas dalam agama ini bahwasanya hal tersebut adalah salah. Dan agama ini datang untuk mempersatukan pemeluknya (dalam satu ikatan) dan tidak untuk memecahbelah. Dan Allah Subhanahu wa ta’ala menyatakan : “Dan berpegang teguhlah kalian semua dengan tali Allah, dan janganlah kalian berpecahbelah, serta ingatlah atas ni’mat Allah kepada kalian, ketika kalian (dahulu) bermusuhan, lalu Allah persatukan hati-hati kalian, menjadilah kalian dengan ni’mat Allah tersebut bersaudara.” (QS. Ali-Imran : 103).

Dan yang di maksud dengan hablullah (tali Allah) adalah Kitabullah (Al-Qur’an), sebagaimana dinyatakan oleh Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu : “Sesungguhnya jalan ini di hadiri oleh para setan yang menyeru : “Wahai hamba Allah, ayo kesini ! Ini adalah jalan (yang lurus)”, untuk menghalangi mereka dari jalan Allah. Maka berpegang teguhlah dengan tali Allah, karena sesungguhnya tali Allah itu adalah Kitabullah”.

Dari atsar diatas dapat kita anbil dua faedah :

Pertama : Bahwa jalan (yang lurus) itu hanya satu, dan setan berupaya untuk memecah belah manusia di sekitar jalan tersebut. Maka tidak ada cara yang paling baik untuk memecah belah manusia dengan ajaran bahwa jalan kebenaran itu banyak. Maka barang siapa yang melempar keragu-raguan kepada manusia dengan pertanyaan bahwa kebenaran itu tidak terbatas pada satu jalan saja, maka dia adalah setan. Dan Allah menyatakan : “Maka tidak ada setelah kebenaran itu kecuali adalah kesesatan.” (QS. Yunus : 32).

Kedua : Bahwa tali Allah yang di tafsirkan dengan Kitabullah yang wajib atas kaum muslimin untuk berpegang teguh dengannya dan bersatu di atasnya tidak bertentangan dengan ucapan Ibnu Mas’ud : “Shirothol mustaqim adalah apa yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan kami di atasnya. “(Atsar riwayat Imam At-Thabrani).
Hal tersebut di karenakan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam meninggalkan bagi mereka Al- Kitab (Al-Qur’an) dan As-Sunnah, sebagaimana yang beliau nyatakan : “Aku tinggalkan pada kalian apa-apa yang jika kalian berpegang teguh dengannya niscaya kalian tidak akan sesat setelahku selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan sunnahku.” (HR. Imam Malik dalam Al- Muwatho’).

Dan sunnahnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam itu juga termasuk wahyu, dan juga sebagai tafsir dari Al-Qur’an, bahwa sebaik-baiknya makhluk dan menafsirkan Al-Qur’an adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan : “Dan Kami turunkan kepadamu Adz-Dzikir untuk menjelaskan kepada manusia apa-apa yang Kami turunkan kepada mereka.” (QS. An-Najm : 3-4).

Rasulullah Shallallahu aliahi wa sallam menyatakan : “Ketahuilah, sesungguhnya diturunkan kepadaku Al-Qur’an dan yang semisalnya bersama Al-Qur’an itu. “ (Shahihul Musnad).
Hasan bin Athiyyah menyatakan : “Sesungguhnya Jibril menurunkan sunnah kepada Muhammad Shollalahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dia menurunkan Al-Qur’an.”

Oleh karena Nabi Shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan umatnya jika terjadi perpecahan untuk berpegang dalam sunnah beliau Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menyatakan : “Sesungguhnya barang siapa diantara kalian yang hidup sesudahku, niscaya akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian (untuk berpegang teguh) dengan sunnahku dan sunnahnya khulafaur rasyidin al-mahdiyyin. Berpegang teguhlah kalian dengannya, dan gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham. Dan berhati-hatilah kalian dengan perkara-perkara yang diada-adakan adalah bi’dah.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Ibnu Baththah menerangkan sebab bersatunya kalimat salaf : “Terus-menerus generasi pertama umat ini diatas (jalan) ini semua, (yakni) di atas persatuan hati dan kecocokan madzhab. Kitabullah (Al-Qur’an) sebagai penjaga mereka, sunnahnya Rasulullah sebagai imam mereka. Mereka tidak menggunakan pendapat-pendapat mereka dan tidak tergiur dengan hawa nafsu mereka. Maka terus-menerus manusia dalam keadaan demikian, hati-hati mereka terjaga dengan penjagaan Tuhan mereka, dan jiwa-jiwa mereka tertahan dari hawa nafsu dengan pertolongan Tuhannya.” (lihat Kitab Al-Ibanah 1/237).

Wallahu a’lam bish shawab
Readmore »

Share Artikel Ini !